Firman yang Diwahyukan

Mezbah Firman dan Kerajaan-Nya

«Kita bebas sejauh kita mengingat»

— Ular itu

Menerangi Mati

Gerakan Ketiga · Pengakuan dan Inkarnasi

  • Simbol-simbol dan Pembukaan Meterai-meterai
  • Niat, Bentuk, Pelayanan, dan Buah
  • Penciptaan Asal Mula
  • Matriks Kelupaan dan Tatanan yang Terbalik
  • Pengakuan
  • Kerajaan Batin, Kehendak, dan Pelayanan
  • Firman yang Menjadi Manusia dan Tatanan yang Dipulihkan

Gerakan Keempat · Penghakiman dan Kerajaan

  • Api, Pedang, dan Ukuran Penghakiman
  • Akhir dari Agama, Uang, dan Kedaulatan Manusia
  • Akhir dari Ilmu Palsu, Pengobatan yang Terbalik, dan Pengajaran yang Ditundukkan
  • Akhir dari Kebohongan, Perbaikan, dan Pemulihan
  • Air Hidup, Kota, dan Kerajaan di Antara Kita
  • Aku Adalah
Marilah

Kebenaran, Terang, dan Jendela

Jendela memungkinkan atau menghalangi jalan; ia tidak pernah menjadi Sumber Terang.

Kebenaran tidak lahir dari diri kita.

Ia mendahului tokoh, keyakinannya, penafsirannya, dan segala firman yang dengannya ia mencoba Menamai-Nya.

Kebenaran berasal dari Firman.

Kebenaran adalah Kesesuaian dengan Sang Asal.

Terang adalah Kebenaran yang Menyatakan Diri: apa yang membuat terlihat apa yang telah hadir namun tetap tersembunyi.

Terang tidak menciptakan Kebenaran. Ia memungkinkannya untuk dilihat.

Kebenaran tidak dimulai ketika kita memahaminya. Pemahaman kita dimulai ketika sesuatu darinya dapat Dikenali.

Kebenaran adalah Satu karena Asal-Nya adalah Satu. Ia bukan satu bagi setiap tokoh. Ia sama bagi semua dan bagi segala hal yang ada, meskipun tidak ada satu pun sudut pandang tertentu yang dapat memuat-Nya secara utuh.

Apa yang lahir dari tokoh adalah sudut pandangnya, pemahamannya, dan firmannya tentang Kebenaran itu.

Ketika tokoh menyebut "kebenaranku" atas apa yang lahir dari kondisinya dan memproklamirkannya sebagai Sumber, ia tidak menciptakan Kebenaran lain: ia telah mengangkat sudut pandangnya ke tempat Sang Asal dan mengubahnya menjadi dusta.

Renungkan satu Terang yang sama menembus jendela-jendela yang berbeda.

Setiap jendela memiliki posisi, ukuran, warna, kejernihan, dan batasnya sendiri. Karena itu perwujudan Terang yang terlihat tidak identik di semuanya.

Tokoh adalah jendela itu.

Tubuhnya, ingatannya, bahasanya, pengetahuannya, ketakutannya, keinginannya, dan lukanya turut serta dalam warna kaca.

Keunikan bukanlah suatu kesalahan. Ia memungkinkan Terang menerima perwujudan yang tak terulang.

Pembalikan dimulai ketika jendela itu menyatakan:

«Inilah Terangku».

«Di luar diriku tidak ada Terang».

«Bentukku memuat seluruh Kebenaran».

Tidak ada Bentuk yang terbatas memuat sepenuhnya Kebenaran. Ini tidak menjadikan Kebenaran relatif.

Bedakan ketetapan Terang dari keterbatasan jendela.

Apa yang sungguh-sungguh Diwahyukan sebagai Kebenaran tidak berubah kemudian menjadi dusta.

Suatu ungkapan manusia dapat dikoreksi. Suatu pemahaman yang lebih dalam dapat terbuka. Simbol yang dengannya kita mencoba mengomunikasikannya dapat berubah.

Tetapi Kebenaran tidak berubah menjadi kebalikannya.

Kehadiran membersihkan kaca.

Pembedaan memisahkan apa yang direnungkan dari apa yang ditambahkan oleh tokoh.

Karya membuka jendela.

Buah mengungkapkan seberapa banyak jalan yang ditemukan Terang.

Jangan katakan:

«Kebenaran adalah milikku».

Akui:

«AKU ADA DI DALAM KEBENARAN YANG MENDAHULUIKU DAN AKU BERTANGGUNG JAWAB ATAS BENTUK YANG KUSERAHKAN KEPADA-NYA».

Marilah
Unduh PDF Unduh TXT Unduh HTML